Showing posts with label Islam. Show all posts
Siapa yang terhalang dari malam yang penuh keberkahan ini, maka sungguh dia telah terhalang dari kebaikan yang banyak. Karenanya, selayaknya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan penuh keimanan dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan pahalanya yang besar, serta berusaha keras dalam sepuluh terakhir Ramadhan untuk mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh padanya dengan apa yang beliau tidak lakukan pada selainnya.” (Terjemah HR. Muslim)

Aisyah juga berkata : “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika masuk sepuluh (terakhir), beliau akan mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (Terjemah HR. Al Bukhary dan Muslim)

Semua itu tentu saja agar seorang muslim mendapatkan apa yang dijanjikan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam :

من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa beribadah pada malam kemuliaan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah berlalu”. (HR. al Bukhary dan Muslim)
Sobat! Hari hari ini banyak dari kaum muslimin yang terobsesi untuk mendapatkan lailatul qadar! Mereka sibuk membicarakan dn mendiskusikan perihal keutamaan Lailatul Qadar. Berbagai upaya dilakukan untuk mengetahui indikasi indikasi hadirnya lailatul qadar.

Sobat! Percayalah bahwa malam tersebut pasti hadir, anda ketahui tanda tandanya ataupun anda tidak mengetahuinya, anda menyadari kedatangannya ataupun tidak menyadarinya.

Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam beri'tikaf dan meningkatkan ibadahnya di malam malam terakhir bulan ramadhan. Sebagaimana beliau juga membangunkan keluarganya untuk bersama sama beribadah di malam malam tersebut.

Beliau tidak menyibukkan diri dengan mengidentifikasi ciri ciri kedatangan malam lailatul qadar. Beliau lebih memilih untuk meningkatkan amalam di kesepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan. Dengan demikian dapat dipastikan bahw beliau telah beramal hingga maksimal di malam lailatul qadar yang jatuh pada salah satu malam dari kesepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan.

Itulah pesan yang Beliau sampaikan melalui sabdanya:
فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ
Barang siapa dari kalian mencari lailatul qadar, hendaknya ia mencarinya di sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan. ( Muttafaqun alaih)

Sobat! Dari pada anda memikirkan dan terus bertanya kapan mlailatul qadari datang, lebih bijak bila anda bertanya: apa yang saya lakukan pada malam malam yang tersisa di bulan ramadhan ini guna memanfaatkan kehadiran lalilatul qadar?

Percayalah bahwa anda pasti melalui momentum lailatul qadar sebagaimana orang orang kafir dan fasikpun juga melalui momentum yang sama, namun yang membedakan antara anda dari mereka adalah amalan anda, mereka bergelimang dalam dosa dan maksiatnya, sedangkan anda mengisi lailatul qadar dengan lantunan al qur'an, dzikir, doa, dan sholat malam.

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri 
Copyright © 2013 dRextor89